Tak kusangkal masa lalu istriku kelam. Sejumlah pria pernah tidur dengannya. Ya, Dewi adalah pelacur sebelum mengenalku.  

Cibiran kerap mencubit hatiku. Sakit memang mendengar gunjingan tentang Dewi, wanita kelahiran Jawa Tengah, yang kini menjadi istri dan ibu satu anak dari pernikahanku dengannya.

Bukan tanpa pertimbangan memilihnya menjadi istriku. Bukan alasan tanpa memperistrikannya. Semata kulakukan ini semua, karena Aku tidak ingin dirinya berkubang dalam dosa. Hanya mengais rejeki dari jualan diri.

Kalau bicara jujur, napsu lahir membuatku suka dengannya. Wajah cantik dan tubuh seksinya, membuat diriku terpincut di dalamnya.

Namun bukan karena itu juga, aku menjadi gelap mata dan membabi buta ingin menjadikannya sebagai istri. Banyak kok yang lebih cantik dan seksi.

Tapi ada mutiara yang kulihat darinya. Keinginan hatinya untuk tidak mau berkubang dalam pekerjaannya itu. Tidak ingin berada pada profesi itu, yang selama ini membuatnya selalu berbohong pada orangtuanya.

Aku percaya pada ucapannya. Ketulusannya untuk berubah terasa dalam hatiku. Kutatap matanya dalam, seakan tidak tersembunyi dalam ucapannya itu.

Dewi bicara jujur, kalau orangtuanya masih bekerja sebagai sales di perusahaan dealer mobil. Namun gajinya tidak mencukupi. Sementara kebutuhan bapaknya yang sakit membutuhkan biaya besar setiap bulan.

Ragu awalnya saat pertama kali melangkah menjual diri. Namun desakan keuangan dan rayuan teman persahabatan, membuat Dewi menerima kenyataan yang harus dihadapinya.

Dia ‘jual’ keperawanan 2 tahun silam di angka 50 juta. Dewi menerima bersih 40 juta, sisanya diambil temannya sebagai perantara pada seorang bos yang cukup dikenal.

Bahkan sang bos mau menikahinya. Namun ditolak Dewi karena masih memiliki istri. Dewi tidak ingin menjadi perusak rumahtangga. Padahal kalau mau saja, dia menjanjikan hidup berkecukupan.

Sayang 3 bulan kemudian si bos meninggal karena kecelakaan. Selama ini Dewi hanya melayani ‘pacar’nya itu saja. Tidak menerima lelaki lainnya.

Sejak itu, Dewi baru berpetualang dengan sejumlah pria lainnya. Salah satunya temanku pernah merasakan tubuhnya, dan permainan sexnya.

Cara Dewi menjalankan profesinya secara intim. Hanya diketahui secara terbatas oleh mereka yang pernah berhubungan dengannya. Sehingga dapat dirahasiakan, terutama di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebenarnya temanku itupun ingin menjadikan Dewi sebagai istri simpanan. Namun ditolaknya karena masih terikatnya pernikahan. Dewi hanya ingin menikah dengan pria lajang, meski memiliki gaji pas-pasan.

Saat temanku mengajak karaoke di sebuah tempat hiburan bergengsi, Dewi pun ikut hadir bersama teman wanitanya. Dia datang atas undangan dan dibayar untuk menemani karaoke saja.

Aku langsung akrab dengannya. Sementara jarang sendiri bisa akrab pada wanita yang baru dikenal. Cara Dewi membuatku terasa berbeda. Bahkan seolah menjadi cerminku memilihnya sebagai istri.

Sempat ada pertentangan dalam hatiku pada profesinya itu. Setelah bertemu beberapa kali makan siang atau malam bersama, akhirnya kuputuskan untuk menikah.

Dewi meninggalkan masa lalunya. Membuka lembaran baru bersamaku. Dia memilih membantuku mencari uang tambahan, dengan menjual makanan via online. Juga menjual barang lewat online.

Hari-harinya lebih banyak dirumah. Menjadi istri dan apalagi tiga bulan setelah menikah diberi kepercayaan oleh Sang Pencipta. Suka cita diri sendiri mendengar dirinya hamil.

Tidak ada cacat sedikit pun Dewi sebagai istri dan ibu. Bak Bidadari yang melekat padanya. Sampai aku merasakan Tuhan memberi jodoh terbaik untukku.

Hanya saja dibalik kebahagiaanku, temanku yang pernah merasakan tubuhnya, sering mencandaiku dengan cara halus. Dia mencibir diriku sendiri, kalau aku dianggap salah memilih istri.

Hatiku teriris mendengar celotehan candanya. Ucapan tai lalat kecil berada di bawah puting payudaranya, membuat pikiranku rusak.

Mohon pembaca dapat membantuku memecahkan masalah ini.

 

Diceritakan oleh Irwan di Jakarta

Komentar melalui watshap : 085246776009

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *